Sunday, October 2, 2016

Minangkabau

Minangkabau atau Minang adalah suku yang berasal dari provinsi Sumatera Barat,suku ini terkenal karena adatnya yang matrilineal.
Minangkabau merupakan tempat berlangsungnya perang Paderi yang terjadi pada tahun 1804-1837.
Menurut Prediksi Togel,terbentuknya budaya Minangkabau hanya ada empat suku dari dua lareh (laras) atau keselarasan. Suku-suku tesebut adalah:
• Suku Caniago
• Suku Bodi
• Suku Piliang
• Suku Koto
Dan dua keselarasan itu adalah:
1. Lareh Koto Piliang yang digagas oleh Datuk Ketumanggungan
2. Lareh Bodi Caniago yang digagas oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang
Seni budaya yang terdapat di Minangkabau antara lain:
1. Senjata Tradisional
 Senjata tradisonal milik Minangkabau adalah Kerambit.
 Kerambit adalah senjata pisau genggam kecil berbentuk melengkung,Kerambit digunakan dalam  pertarungan jarak dekat yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri.
























Senjata ini tergolong berbahaya karena dapat menyayat ataupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tidak terdeteksi.
Sabetan senjata Kerambit bila mengenai tubuh,dari luar seperti luka sayatan kecil namun pada bagian dalam tubuh bisa berakibat fatal karena urat-urat putus.

2. Rumah Tradisional
 Rumah tradisional Minangkabau atau sering juga disebut Rumah Gadang. Rumah adat ini memiliki  keunikan arsitektur dengan bentuk puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau.
 Dahulu atap Rumah Gadang dibuat dari bahan ijuk yang dapat tahan sampai puluhan tahun,namun  seiring dengan perkembangan jaman banyak atap rumah gadang berganti dengan atap seng.



























Bagian depan Rumah Gadang biasanya penuh dengan ukiran ornamen dan umumnya bermotif akar,bunga,daun serta bidang persegi empat dan genjang.
Menurut tradisi,tiang utama Rumah Gadang yang disebut tonggak tuo jumlahnya ada empat buah/batang. Batang pohon yang ditebang biasanya pohon juha yang sudah tua dan lurus dengan diameter kira-kira 40cm-60cm. Rahasia mengapa Rumah Gadang kokoh selama bertahun-tahun adalah batang pohon yang akan digunakan untuk tiang-tiang utama terlebih dahulu direndam di dalam kolam selama bertahun-tahun sehingga menjadi keras dan tidak bisa dimkana rayap.

3. Tarian Tradisional

Tarian yang terkenal dari Minangkabau adalah Tari Piring,tarian ini sudah ada sejak abad ke 12 Masehi. Tari Piring awalnya merupakan tarian ritual yang dilakukan masyarakat sebagai rasa syukur kepada para dewa akan hasil panen yang melimpah selama setahun.


Tarian piring memiliki gerakan yang menyerupai gerakan petani semasa bercocok tanam. Tarian ini juga melambangkan rasa gembira dan syukur dengan hasil panen mereka.
Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di telapak tangan mereka dan diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh berbagai alat musik tradisional Sumatera Barat seperti talempong dan saluang.









































Saturday, October 1, 2016

YOGYAKARTA

Yogyakarta atau Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah setingkat provinsi yang merupakan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman.
D.I.Y memiliki luas 3.185,80km2 terdiri dari satu kotamadya,dan empat kabupaten,yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan.
Informasi data dari Prediksi Togel diperoleh kesenian dan budaya Yogyakarta beraneka ragam,diantaranya adalah:

1.Rumah Adat
 Rumah Adat Yogyakarta adalah Rumah Joglo,adapun jenis-jenis dari rumah joglo terdiri dari:
Joglo Lawakan,Joglo Sinom,Joglo Jompongan,Joglo Pangrawit,Joglo Mangkurat,Joglo Hageng,Joglo Semar Tinandhu,Joglo Kudus,Joglo Jepara,Joglo Pati.



















2. Tarian Adat
Tarian Adat Yogyakarta yaitu Tarian Serimpi, tarian ini ada sejak zaman kuno dan mempunyai kedudukan yang istimewa di keraton-keraton Jawa. Tarian serimpi dulunya hanya boleh dipentaskan oleh orang-orang yang dipilih keraton,


























Sejarah dari tarian serimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah pada tahun 1613-1646.
Tarian serimpi di Kesultanan Yogyakarta digolongkan menjadi Serimpi Babul Layar,Serimpi Dhempel dan Serimpi Genjung.

3. Senjata Tradisional
Senjata Tradisional dari Yogyakarta adalah Keris,Keris adalah senjata tikam golongan belati berujung runcing. Bentuk dari keris sangatlah khas dan mudah dibedakan dengan senjata tajam lainnya,karena bentuknya tidak simetris di bagian pangkal yang melebar,seringkali bilahmya berkelok-kelok.





























Keris pada masa lalu berfungsi sebagai senjata dalam peperangan,sekaligus sebagai benda pelengkap sesaji. Pada masa sekarang, keris merupakan benda aksesoris dalam berbusana dan memiliki simbol budaya atau benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.