Minangkabau merupakan tempat berlangsungnya perang Paderi yang terjadi pada tahun 1804-1837.
Menurut Prediksi Togel,terbentuknya budaya Minangkabau hanya ada empat suku dari dua lareh (laras) atau keselarasan. Suku-suku tesebut adalah:
• Suku Caniago
• Suku Bodi
• Suku Piliang
• Suku Koto
Dan dua keselarasan itu adalah:
1. Lareh Koto Piliang yang digagas oleh Datuk Ketumanggungan
2. Lareh Bodi Caniago yang digagas oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang
Seni budaya yang terdapat di Minangkabau antara lain:
1. Senjata Tradisional
Senjata tradisonal milik Minangkabau adalah Kerambit.
Kerambit adalah senjata pisau genggam kecil berbentuk melengkung,Kerambit digunakan dalam pertarungan jarak dekat yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri.

Senjata ini tergolong berbahaya karena dapat menyayat ataupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tidak terdeteksi.
Sabetan senjata Kerambit bila mengenai tubuh,dari luar seperti luka sayatan kecil namun pada bagian dalam tubuh bisa berakibat fatal karena urat-urat putus.
2. Rumah Tradisional
Rumah tradisional Minangkabau atau sering juga disebut Rumah Gadang. Rumah adat ini memiliki keunikan arsitektur dengan bentuk puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau.
Dahulu atap Rumah Gadang dibuat dari bahan ijuk yang dapat tahan sampai puluhan tahun,namun seiring dengan perkembangan jaman banyak atap rumah gadang berganti dengan atap seng.
Bagian depan Rumah Gadang biasanya penuh dengan ukiran ornamen dan umumnya bermotif akar,bunga,daun serta bidang persegi empat dan genjang.
Menurut tradisi,tiang utama Rumah Gadang yang disebut tonggak tuo jumlahnya ada empat buah/batang. Batang pohon yang ditebang biasanya pohon juha yang sudah tua dan lurus dengan diameter kira-kira 40cm-60cm. Rahasia mengapa Rumah Gadang kokoh selama bertahun-tahun adalah batang pohon yang akan digunakan untuk tiang-tiang utama terlebih dahulu direndam di dalam kolam selama bertahun-tahun sehingga menjadi keras dan tidak bisa dimkana rayap.
3. Tarian Tradisional
Tarian yang terkenal dari Minangkabau adalah Tari Piring,tarian ini sudah ada sejak abad ke 12 Masehi. Tari Piring awalnya merupakan tarian ritual yang dilakukan masyarakat sebagai rasa syukur kepada para dewa akan hasil panen yang melimpah selama setahun.

Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari memegang piring di telapak tangan mereka dan diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh berbagai alat musik tradisional Sumatera Barat seperti talempong dan saluang.
















